Insan pembuka pintu kebaikan & penutup pintu keburukan

 Insan Pembuka Pintu Kebaikan & Penutup Pintu Keburukan







Segala puji hanya milik Allah, kita memuji, memohon pertolongan, dan bertaubat kepada-Nya.kita juga berlindung kepada Allah dari keburukan jiwa dan keburukan amalan. Barangsiapa yang diberikan petunjuk oleh Allah maka tidak akan ada seorang pun yang dapat menyesatkannya.Begitu juga barangsiapa yang dibiarkan sesat oleh Allah maka tidak akan ada seorang pun yang dapat memberikan petunjuk kepadanya.


Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan rasul- Nya. Semoga shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada beliau, keluarganya, dan sahabatnya semua. Amma ba'du.

Imam Ibnu Majah dalam kitab "Sunan", Ibnu Abi Ashim dalam kitab "As-Sunnah" dan selain keduanya telah meriwayatkan sebuah hadist dari sahabat anas bin malik,bahwa Nabi Muhammad bersabda,

إِنَّ مِنَ النَّاسِ نَاسًا مَفَاتِيْحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيْقَ لِلشَّرِ وَإِنَّ مِنَ النَّاسِ نَاسًا مَفَاتِيحَ لِلشَّرِ مَغَالِيْقَ لِلْخَيْرِ فَطُوْبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مِفْتَاحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ وَوَيْلٌ لِمَنْ جَلَعَ اللَّهُ مِفْتَاحَ الشَّرِ عَلَى يَدَيْهِ


"Sungguh diantaranya manusia ada orang-orang yang menjadi pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan, Begitu juga sebaliknya, di antara manusia ada orang-orang yang menjadi pembuka pintu keburukan dan penutup pintu kebaikan. Maka alangkah beruntungnya orang-orang yang Allah jadikan kunci kebaikan berada di tangannya dan alangkah celakanya orang-orang yang Allah jadikan kunci keburukan berada di tangannya.'

Sungguh hadist ini sangat luar biasa !

Di sana ada beberapa hadits yang serupa dengan hadits ini. Hadits-hadits tersebut dapat mendukung makna hadits dari sahabat Anas bin Malik terkait seorang Insan pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan ini.

HADITS PENDUKUNG PERTAMA

Di antara hadits pendukung tersebut adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam kitab "Sunan" dari sahabat Abu Hurairah. Beliau berkata, Nabi Muhammad melewati beberapa orang yang sedang duduk-duduk, maka beliau pun berkata,

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ كُمْ مِنْ شَرِكُمْ 

"Maukah ku kabarkan kepada kalian tentang orang terbaik dan orang terburuk kalian?".
 Para sahabat pun terdiam, maka Nabi mengulangi pertanyaannya lagi hingga 3x.

Setelah itu para sahabat pun menjawab, "Tentu wahai Rasulullah! Kabarkan kepada kami tentang orang terbaik dan orang terjelek dari kami!".

Maka Nabi mengatakan,

خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ وَشَرُّكُمْ مَنْ لَا يُرْجَى خَيْرُهُ وَلَا يُؤْمَنُ شَرُّهُ

"Orang terbaik kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya dan orang-orang merasa aman dari keburukannya. Adapun orang terburuk kalian adalah orang yang tidak diharapkan kebaikannya dan orang-orang pun tidak merasa aman dari keburukannya.'


HADITS PENDUKUNG KEDUA

Kemudian, hadits pendukung kedua adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam "Shahih Al-Bukhari", Imam Muslim dalam kitab "Shahih Muslim" dan selain keduanya. Sebuah hadits dari sahabat Abu Musa Al-Asy'ari bahwa Nabi bersabda,

إِنَّما مثَلُ الجلِيس الصَّالِـحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ . كَحَامِلِ المِسْكِ ، وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحامِلُ المِسْكِ ، إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ ريحاً طيِّبةً . ونَافخُ الكيرِ إِمَّا أَن يحْرِقَ ثيابَكَ وإمَّا أنْ تجِدَ مِنْهُ ريحاً مُنْتِنَةً

"Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberikan minyak wanginya secara cuma-cuma kepada Anda, atau Anda akan membeli darinya, atau Anda akan mendapatkan bau wangi darinya. Adapun pandai besi, bisa jadi bajumu akan terbakar karena percikan apinya, atau Anda akan mendapatkan bau tidak sedap darinya." Hadits ini merupakan hadits yang sudah cukup terkenal.

Nah, setiap muslim pasti sangat ingin menggapai kebahagiaan, keberuntungan dan kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat. Ketika ia mendengar hadits Anas dan kedua hadits yang mendukungnya tadi, tanpa diragukan lagi, pasti hatinya tergerak dan sangat ingin masuk ke dalam golongan orang-orang yang menjadi pembuka pintu-pintu kebaikan dan sangat tidak ingin menjadi pembuka pintu-pintu keburukan.

Tidak ragu lagi, ini pasti merupakan keinginan setiap muslim. Tidak ada seorang muslim pun yang tidak ingin menjadi pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan. Setiap muslim pasti ingin menjadi orang yang mendapatkan Ath-Thuba (keberuntungan) dan pasti sangat tidak ingin menjadi orang yang mendapatkan Al-Wail (kecelakaan) sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi dalam hadits Anas tadi. Al-Wail artinya adalah hukuman keras yang sangat menyakitkan yang telah Allah siapkan bagi orang- orang yang menjadi pembuka pintu keburukan dan penutup pintu kebaikan.

Ketika jiwa seorang insan telah berhasrat ingin menjadi pembuka pintu-pintu kebaikan dan penutup pintu-pintu keburukan maka mau tidak mau, ia harus berusaha keras untuk mengusahakan sebab-sebabnya dengan amal nyata. Hasrat baik ini tidak cukup hanya diangan-angankan, namun harus dipahami hakikatnya dengan sebaik-baiknya lalu berusaha melaksanakan sebab-sebabnya dengan optimal.

Bersamaan dengan itu semua, ia juga harus bersandar, meminta pertolongan dengan extra maksimal kepada Allah agar Allah mewujudkan harapan dan cita-citanya tersebut.




Komentar

  1. Maa Syaa Allah,Semoga Allah selalu memudahkan kita untuk menyebarkan kebaikan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna kata Al Wail di dalam Al-Qur'an

Manfaatkan waktu muda kalian dengan beribadah kepada Allah