Allah adalah sebaik-baik pembuka

Kunci Pertama

Allah Adalah Sebaik-Baik Pembuka






Perlu kita ketahui bahwa Al-Fattah (Maha Pembuka) adalah Allah. Sehingga Allah-lah yang merupakan sebaik-baik pembuka. Al-Fattah merupakan salah satu nama Allah. Setiap muslim yang beriman kepada Allah dan Asmaul Husna-Nya wajib menggunakan nama ini untuk berdoa kepada-Nya. Sebagaimana firman-Nya, 

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

"Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang baik) maka berdoalah kalian dengan menggunakannya".

Doa yang kita diperintahkan oleh Allah & untuk menggunakan nama-Nya mencakup dua jenis doa, yaitu doa ibadah dan doa permohonan.

Doa ibadah adalah dengan memahami nama Allah ini memahami apa saja kandungannya, dan menetapkan bahwa Allah memiliki sifat yang sesuai dengan nama ini. Lebih dari itu semua, ia berusaha mewujudkan peribadahan yang merupakan konsekuensi dari iman kepada nama Allah ini.

Nama Allah "Al-Fattah" merupakan nama yang sangat agung. Sampai-sampai disebutkan dalam Al-Qur'an hingga 2x.

Yang pertama adalah ketika Allah menyebutkan doa Nabi Syu'aib,

رَبَّنَا أَفْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ الْفَتِحِينَ 

"Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah Pemberi keputusan terbaik."

Adapun yang kedua adalah pada firman Allah,

قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَهُوَ الْفَتَاحُ الْعَلِيمُ

Katakanlah, "Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia-lah Yang Maha Pemberi keputusan, Maha Mengetahui."

Nama Allah "Al-Fattah" menunjukkan bahwa Allah memiliki sifat pembuka (pemberi keputusan).

Di antara makna yang dikandung oleh nama Allah Al-Fattah ini adalah,
1. Allah membuka pengetahuan syariat-Nya kepada para hamba.
2. Allah membuka pengetahuan pahala dari amalan hamba.
3. Allah membuka pengetahuan tentang beberapa ketetapan Allah yang berlaku di alam ini        kepada para hamba.

Hal ini sebagaimana firman Allah,

مَّا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِن رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

"Apa saja yang Allah bukakan (anugerahkan) kepada manusia itu berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat yar menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka Sal tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."4

Inilah Allah yang memiliki nama "Al-Fattah".

Jadi langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang hamba yang ingin menjadi seorang pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan adalah merendah, bertawasul kepada Allah dengan nama ini dan bersandar kepada "Al-Fattah" yang merupakan sebaik-baik yang memberi keputusan. Tidak lupa dengan meninggikan harapan (roja') kepada Allah dan jujur (meluruskan niatnya) kepada Allah Allah tidak akan mungkin mengecewakan hamba yang berdoa kepada-Nya. Allah juga tidak akan mengecewakan hamba yang menaruh harapan kepada-Nya.

Semua anugerah itu berada di tangan Allah. Baik anugerah itu berupa ilmu yang bermanfaat, amal shalih maupun akhlak yang mulia. Hal ini sebagaimana perkataan sebagian Ulama Salaf,

إِنَّ هَذِهِ الْأَخْلَاقَ وَهَابِبُ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدَهُ وَهَبَهُ مِنْهَا

"Sesungguhnya akhlak-akhlak yang baik ini adalah anugerah.Apabila Allah mencintai seorang hamba maka Allah akan menganugerahkannya sebagian akhlak mulia ini kepadanya."

Jadi,Allah adalah pembagi akhlak,rezeki,amal,umur,dan segala hal untuk hamba-hamba-Nya.

Sehingga langkah pertama yang harus di-tapak-kan untuk menjadi seorang Insan yang membawa kebaikan adalah penyandaran yang sempurna kepada Allah Anda tidak mungkin akan memperoleh ilmu, pemahaman, akhlak terpuji, kecuali apabila Allah membukakan pintunya untukmu. Begitu juga Anda tidak akan mampu melaksanakan suatu ibadah dan berbagai hal lainnya kecuali apabila Allah membukakan pintunya untukmu.

Alangkah indahnya perkataan Mutharrif bin Abdullah bin Syikhkhir terkait permasalahan ini. Beliau adalah salah seorang ulama tabi'in. Beliau mengucapkan kalimat yang sangat indah,

لَوْ أُخْرِجَ قَلْبِي وَجُعِلَ فِي يَسَارِى وَجِيْءَ بالخيرات كُلِّهَا وَجُعِلَتْ فِي يَمِينِي لَمْ أَسْتَطِعْ أَنْ أَجْعَلَ شَيْئًا مِنْ هَذِهِ الْخَيْرَاتِ فِي قَلْبِي إِلَّا أَنْ يَكُوْنَ اللَّهُ الَّذِي يَضَعُهُ

"Seandainya hatiku dikeluarkan lalu diletakkan di sebelah kiriku kemudian seluruh kebaikan didatangkan dan diletakkan di sebelah kananku, maka aku tidak akan mampu meletakkan sedikitpun kebaikan pada hatiku kecuali apabila Allah yang meletakkannya."

Seluruh urusan dan perkara hanya di tangan Allah.

Oleh karena inilah terkadang seseorang mendengar

1. Nasihat
2. Pelajaran yang sangat berharga untuk urusan agama dan dunianya
3. Pintu-pintu kebaikan
4. Pintu-pintu ketaatan
5. Pintu-pintu kemenangan

Namun jiwanya menjauh dan lari. Amal dan sedekahnya pun tetap sedikit. Memang taufik itu hanya di tangan Allah. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna kata Al Wail di dalam Al-Qur'an

Insan pembuka pintu kebaikan & penutup pintu keburukan

Manfaatkan waktu muda kalian dengan beribadah kepada Allah