Makna kata Al Wail di dalam Al-Qur'an
Makna Kata “Al Wail” di Dalam Alquran
Kata “Al-Wail” di Dalam Alquran
Diantaranya
ayat-ayat Al Qur’an yang memuat kata “al wail” adalah firman Allah Ta’ala:
فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ
يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ
لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ
وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ
“Maka Al WAIL bagi
orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu
dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan
yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka AL WAIL bagi mereka, akibat apa yang
ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan AL WAIL bagi mereka, akibat apa yang
mereka kerjakan” (QS. Al
Baqarah: 79).
Allah Ta’ala juga
berfirman:
اللَّهِ الَّذِي
لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَوَيْلٌ لِلْكَافِرِينَ مِنْ
عَذَابٍ شَدِيدٍ
“Allah-lah yang
memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. Dan AL WAIL bagi orang-orang
kafir karena siksaan yang sangat pedih” (QS. Ibrahim: 2).
Allah Ta’ala juga
berfirman:
فَوَيْلٌ يَوْمَئِذٍ
لِلْمُكَذِّبِينَ
“Maka AL WAIL di
hari itu bagi orang-orang yang mendustakan” (QS. At Thur: 11, Al Mursalat:
40, Al Mursalat: 45, Al Mursalat: 49, Al Muthaffifin: 10).
Allah Ta’ala juga
berfirman:
وَيْلٌ
لِلْمُطَفِّفِينَ
“AL WAIL bagi
orang-orang yang mencurangi timbangan” (QS. Al Muthaffifin: 1).
Allah Ta’ala juga
berfirman:
فَوَيْلٌ
لِلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
“AL WAIL bagi
orang-orang yang shalat, yaitu yang lalai dalam shalatnya” (QS. Al Maun: 4-5).
Dan ayat-ayat lainnya di dalam Al Qur’an. Lalu apa makna dari al wail?
Penjelasan Makna Kata “Al Wail”
Dijelaskan oleh
Ibnu Manzhur rahimahullah dalam kamus beliau yang fenomenal,
kitab Lisanul ‘Arab:
الوَيْلُ يقال لمن
وقع في الهَلَكَة
“Al wail dikatakan
kepada orang yang terjerumus dalam kebinasaan”
Beliau juga
mengatakan:
الأَزهري: وقد قال
أَكثر أَهل اللغة إِن الويل كلمة تقال لكل من وقع في هَلَكَة وعذاب
“Al Azhari
mengatakan: mayoritas ahli bahasa menjelaskan bahwa al wail adalah kata yang
diucapkan kepada setiap orang yang jatuh pada kebinasaan dan adzab”.
Al Hafizh Ibnu Hajar
Al Asqalani rahimahullah menjelaskan makna “al wail” dengan
mengatakan:
والويل يطلق على
العذاب والحرب والزجر
“Al wail maknanya
adalah adzab, jatuh pada suatu yang diperangi atau dilarang” (Fathul
Baari, 5/350).
Sehingga dari semua
penjelasan di atas, al wail maknanya adalah ancaman adzab yang
pedih di akhirat terhadap manusia.
Terdapat tafsiran
lain, bahwa “al wail” adalah nama lembah di neraka Jahannam. Terdapat dalam
hadits:
وَيْلٌ وادٍ في
جَهنَّمَ يهوي به الكافرُ أربعينَ خريفًا قبْلَ أنْ يبلُغَ قعرَها
“Wail adalah sebuah
lembah di neraka Jahannam, yang orang-orang kafir diseret ke dalamnya sejauh 40
tahun sebelum mencapai dasarnya” (HR. Ibnu Hibban no.7467).
Namun hadits
ini dha’if, karena terdapat perawi bernama Darraj yang meriwayatkan
dari Abul Haitsam dari Abu Sa’id. Sebagaimana dikatakan oleh Abu Daud As
Sijistani rahimahullah: “Haditsnya darraj mustaqimah (hasan)
kecuali riwayat beliau dari Abul Haitsam dari Abu Sa’id”. Sehingga hadits ini
dinilai lemah oleh Syu’aib Al Arnauth dalam Takhrij Shahih Ibni
Hibban (7467) dan Al Albani dalam Dha’if At Targhib (2136).
Namun para ahli
tafsir menukil tafsiran Ibnu Abbas radhiallahu’anhu serta
sebagian salaf yang senada dengan hadits. Al Qurthubi rahimahullah menjelaskan:
ويل أي شدة عذاب في
الآخرة . وقال ابن عباس : إنه واد في جهنم يسيل فيه صديد
“Wail artinya adzab
yang pedih di akhirat. Dan Ibnu Abbas mengatakan: wail adalah sebuah lembah di
neraka Jahannam yang mengalir di dalamnya sungai nanah.” (Tafsir Al
Qurthubi pada surat Al Muthaffifin).
Al Baghawi rahimahullah juga
menuturkan:
قال ابن عباس: “شدة
العذاب”، وقال سعيد بن المسيب: “ويل واد في جهنم لو سيرت فيه جبال الدنيا لانماعت
من شدة حره”
“Ibnu Abbas
berkata: wail artinya adzab yang pedih. Dan Sa’id bin Musayyab berkata: wail
adalah sebuah lembah di neraka Jahannam, yang jika gunung-gunung di dunia di
masukkan ke sana maka semuanya akan meleleh.” (Tafsir Al Baghawi
terhadap Al Baqarah ayat 79).
Kesimpulan
Dari semua
penjelasan di atas, kesimpulannya, al wail memiliki dua makna:
- Adzab yang pedih di akhirat
- Lembah di neraka Jahannam yang
sangat panas dan mengalir di sana sungai nanah
Na’udzubillahi min
dzalik.
Demikian pemparan
singkat ini. Tentunya semua kita berharap tidak mendapatkan al
wail di akhirat kelak, semoga Allah ta’ala jauhkan kita dari al
wail.
Washallallahu ‘ala
Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam.

Komentar
Posting Komentar